Wednesday, November 27, 2019

Sejarah Azan


Sejarah Adzan dan Kalimat Adzan, Ternyata Kalimat Adzan Bukan dari Nabi Muhammad

Untuk menandakan waktu sholat tiba maka dikumandangkan adzan. Adzan biasa kita dengar setiap hari dan lebih menariknya lagi ternyata suara adzan selalu bergema setiap saat karena setiap negara ada orang beragama Islam sehingga tidak aneh jika adzan selalu berkumandang setiap saat dimana waktu belahan bumi yang berbeda membuat adzan setiap saat bahkan setiap detik berkumandang dipenjuru dunia.

Ada hal menarik mengenai adzan dimana siapa orang pertama kali mengumandangkan adzan dan juga dari mana kalimat-kalimat azan dan iqamat pertama kali muncul ?.


Mula mulai kepikiran tentang alat untuk mengumpulkan atau memanggil umat Islam untuk sholat ada beberapa pendapat disetiap sahabat nabi mengenai hal ini ada yang menyarankan dengan lonceng, ada juga yang menyarankan dengan bendera yang dikibarkan, dan ada pula yang menyarankan dengan menyalakan api ditempat yang tinggi. Perbincangan mengenai tanda masuk waktu sholat sehingga para umat Islam dapat melakukan sholat berjamaah ditambah pada waktu tersebut umat Islam jumlahnya sudah mulai banyak hingga tidak mungkin memanggil satu persatu dengan mengetuk pintu maka rapatkan tentang hal tersebut. Perbincangan ini muncul saat Umar Bin Khattab mengusulkan kepada nabi untuk menyerukan orang sholat pada saat tiba waktu sholat.

Perbincangan malam hari itu belum bisa diputuskan dengan apa akan menandai waktu sholat tiba hingga pada pagi hari sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Zaid menemui nabi dan mengutarakan akan mimpinya tadi malam bahwa dirinya bertemu dengan seseorang dimana seseorang tersebut mengajarinya tentang cara terbaik untuk menandai waktu sholat tiba beserta iqamat. kalimat perkalimat diutarakan kepada nabi dan ternyata mimpi yang diterima oleh Abdullah bin Zaid juga diterima oleh umar bin Khattab dimana Umar mengiyakan bahwa dirinya juga bermimpi yang sama. Kemudian pada waktu sholat tiba, nabi memanggil Bilal bin Rabbah dan melalui tuntunan kalimat yang disampaikan oleh Abdullah bin Zaid, Bilal mengumandangkan azan.

Wednesday, November 20, 2019

*Kisah inspiratif* murid yang cerdas!





kisah inspiratif, kisah inspiratif anak berbakti kepada orang tua, kisah inspiratif anak yang berbakti kepada guru, kisah inspiratif islam, kisah inspiratif orang sukses


Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Kuil Angkor.
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..

Isinya seperti ini :

*Tujuh Keajaiban Dunia:*
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
*Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a...*

_Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:_

*Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...*

*Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!*

_*Apa yang kita cari dalam Hidup ini...?*_

◆ *Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...*

◆ *Kita hidup di kota, merindukan kebun...*

◆ *Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?*

◆ *Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?*

◆ *Diam di rumah, inginnya pergi...*

◆ *Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...*

◆ *Waktu tenang, cari keramaian...*

◆ *Waktu ramai, cari ketenangan...*

◆ *Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan...*

_*Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...*_

◆ *Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...*

*Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR*
*dengan rahmat yang sudah kita miliki...*

*Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??*

*Menutupi telapak tangan saja sulit...*

*Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,*

*Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana*
*Bumi ini pun akan tampak buruk...*

*Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...*

*Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...*

*SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...*

_*Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,*_
_*dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...*_

_*Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.*_

*Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...*

*Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...*

*Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki...*

*Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.*

*Segeralah berlomba dalam kebaikan...*

Tuesday, November 19, 2019

kata kata mutiara islam 2020


kata kata mutiara islam 2020



AssalamualaikumWaroh Matullahhi wabarokatuh.


Selamat Datang di blog saya.


berikut ini 10 kata-kata mutiara Islam

1.  أصلح نفسك يصلح لك الناس

Ashlih nafsaka, yuslih lakan naas

*Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu*

2.    اجهد ولا تكسل ولا تك غافلا فالندامة العقبى لمن يتكاسل

Ijhad walaa taksal wa laa taku ghofielan, fan nadaamutul uqba liman yatakaasalu

*Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu resiko bagi orang yang bermalas-malasan*

3.            ترك الجواب على الجاهل جواب

Tarkul jawab alal jaahil jawabun

*Tidak menjawab (pertanyaan) orang yang bodoh*

4. ليس الحب أن نبقى دائما بجانب من نحب ولكن الحب أن نبقى في قلب من نحب

Laisal hubbu a'n nabqo daaiman bi jaanibi man nuhibbu, wa laakinnal hubbu an nabqo fie qolbi man nuhib."

*Sosok penting dalam kehidupanmu bakanlah sosok yang dapat kamu rasakan keberadaannya. Namun sosok penting dalam hidupmu adalah sosok yang kamu dapat rasakan kepergiannya*

5. احبب حبيبك هوناما، عسى ان يكون بغيضك يوماما وابغض بغيضك هونا ما، عسى ان يكون حبيبك يوماما

“ahbib habiibaka haunammaa, asa’an yakuuna baghidhaka yaumammaa wa abghidh baghidhaka haunammaa, asa’an yakuuna habiibaka yaumamma”

*Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu” (Riwayat Turmidzi)*

6. أَرْوَعُ مَا قَدْ يَكُوْنُ أَنْ تَشْعُرَ بِالحُبِّ ، وَلَكِنَّ الأَجْمَلَ أَنْ يَشْعُرَ بِكَ مَنْ تُحِبُّ

arwa'u maa qad yakuunu an tasy'ura bil hubbi, wa laakinnal ajmala an yasy'ura bika man tuhibbu.

*Hal terindah ketika engkau jatuh cinta, akan tetapi lebih indah jika orang yang kau cintai menyadari cintamu*

7. قُوَّتِي عِنْدَمَا أَجْرَحُ مَنْ أُحِبُّ دُوْنَ قَصْدٍ ، وَأَكْرَهُ دُمُوْعِي حِيْنَ تَنْزِلُ عَلَى مَنْ لَا يَسْتَحِقُّهَا رَغْمًا عَنِّي ، وَأَكْرَهُ حُبِّي حِيْنَ يَمْحُو كِبْرِيَائِي وَكَرَامَتِي

akrahu quwwatii 'indamaa ajrahu man uhibbu duuna qashdin,

wa akrahu dumuu'ii hiina tanzilu 'alaa man laa yastahiqquhaa raghman 'annii,

wa akrahu hubbii hiina yamhuu kibriyaa`ii wa karaamatii.

*Aku membenci kekuatanku, ketika melukai orang yang kucintai tanpa sengaja dan aku membenci air mataku, ketika jatuh bukan pada orang berhak tanpa kusadari dan aku benci rasa cintaku, ketika ia menghilangkan keangkuhan dan kemuliaanku*

8. الإِهْمَالُ يَقْتُلُ الحُبَّ ، وَالنِّسْيَانُ يَدْفِنُهُ

biqadri maa nuhibbu nuhabbu.


*Sebagaimana kita mencintai, begitulah kita dicintai.*

9. الحُبُّ لَا يَقْتُلُ العُشَّاقَ ... هُوَ فَقَطْ يَجْعَلُهُمْ مُعَلَّقِيْنَ بَيْنَ الحَيَاةِ وَالمَوْتِ

alhubbu huwal lu'batul wahiidatu allatii yasytariku fiihaa itsnaani wa yaksibaani fiihaa ma'an aw yakhsirani ma'an.


*Cinta adalah satu-satunya permainan yang dimainkan dua orang, bisa jadi mereka berdua sama-sama menang, atau kedua-duanya sama-sama merugi*

10.  حُبُّكَ لِلشَّيْءِ يُعْمِي وَيُصِمُّ


hubbuka lisysyai`i yu'mii wa yushimmu.


*Kecintaaanmu membuatmu buta dan tuli.*

Jazakallaho khoiron katsiron. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum warohmatullahhi wabarokatuh

Kisah inspiratif Islam



kisah inspiratif, kisah inspiratif anak berbakti kepada orang tua, kisah inspiratif anak yang berbakti kepada guru, kisah inspiratif islam, kisah inspiratif orang sukses




Kisah inspiratif


~ Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri: Bunuh Kebenaran, agar Bersama-sama Hidup dalam Aib!~

Tentara musuh memasuki sebuah desa. Mereka menodai kehormatan seluruh wanita di desa itu, kecuali seorang wanita yang selamat dari penodaan. Dia melawan, membunuh dan kemudian memenggal kepala tentara yang akan menodainya.

Ketika seluruh tentara sudah pergi meninggalkan desa itu, para wanita malang semuanya keluar dengan busana compang-camping, meraung, menangis dan meratap, kecuali satu orang wanita tadi.

Dia keluar dari rumahnya dengan busana rapat dan bersimbah darah sambil menenteng kepala tentara itu dengan tangan kirinya.

Para wanita bertanya: “Bagaimana engkau bisa melakukan hal itu dan selamat dari bencana ini?”

Ia menjawab: “Bagiku hanya ada satu jalan keluar. Berjuang membela diri atau mati dalam menjaga kehormatan.”

Para wanita mengaguminya, namun kemudian rasa was-was merambat dalam benak mereka. Bagaimana nanti jika para suami menyalahkan mereka gara-gara tahu ada contoh wanita pemberani ini.

Mereka khawatir sang suami akan bertanya, “Mengapa kalian tidak membela diri seperti wanita itu, bukankah lebih baik mati dari pada ternoda..?”

Kekaguman pun berubah menjadi ketakutan yang memuncak. Bawah sadar ketakutan para wanita itu seperti mendapat komando.

Mereka beramai-ramai menyerang wanita pemberani itu dan akhirnya membunuhnya. Ya, membunuh kebenaran agar mereka dapat bertahan hidup dalam aib, dalam kelemahan, dalam fatamorgana bersama.

Beginilah keadaan kita saat ini, orang-orang yang terlanjur rusak. Mereka mencela, mengucilkan, menyerang dan bahkan membunuh eksistensi orang-orang yang masih konsisten menegakkan kebenaran, agar kehidupan mereka tetap terlihat berjalan baik.

Walau sesungguhnya penuh aib, dosa, kepalsuan, pengkhianatan, ketidakberdayaan, dan menuju pada kehancuran yang nyata.

Sebelum terlambat, pastikan berani berpihak kepada KEBENARAN.

Sunday, November 17, 2019

Langkah langkah menggapai kesuksesan.

Langkah langkah menggapai kesuksesan.




Selama kita hidup sejak dari kecil Hingga Dewasa kita pasti mempunyai keaningin menjadi orang yang sukses. Hal demikian itu sudah kita pikirkan bahkan menjadi cita-cita kita ketika dewasa kelak. Definisi dan langkah-langkah utuk menggapai kesuksesan itu banyak sekali, dan demikianlah penjelasan serta Langkah langkah menggapai kesuksesan dalam islam.

Langkah langkah menggapai kesuksesan dalam islam mencakup hal yang luas, mulai dari pekerjaan atau keuangan juga hingga mampu menjadi orang yang bermanfaat dan membantu orang lain, sukses dalam hal mengendalikan hawa nafsu diri sendiri dan mampu menjalankan segala perintah Nya, serta sukses ketika telah melewati berbagai ujian dan mampu menjadi manusia yang lebih tinggi derajatnya.



Sejatinya, sukses menurut islam adalah kebahagiaan yang kekal, yaitu kebahagiaan di dunia juga di akherat. Kita sebagai manusia tentu selalu punya harapan untuk menjadi orang sukses, entah itu dalam urusan dunia atau akherat. Islam mempunyai cara agar kita menjadi orang sukses. Dalam artikel kali ini saya bagikan 17 cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an. Cara ini bukan hanya untuk menjadi orang sukses di mata manusia, tetapi juga di mata Allah, Rabb kita. Langsung saja yuk kita simak bersama,

1.     Mulai dengan ilmu

Sejatinya, sukses menurut islam adalah kebahagiaan yang kekal, yaitu kebahagiaan di dunia juga di akherat. Kita sebagai manusia tentu selalu punya harapan untuk menjadi orang sukses, entah itu dalam urusan dunia atau akherat. Islam mempunyai cara agar kita menjadi orang sukses. Dalam artikel kali ini saya bagikan 17 cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an. Cara ini bukan hanya untuk menjadi orang sukses di mata manusia, tetapi juga di mata Allah, Rabb kita. Langsung saja yuk kita simak bersama,



2.      Berubah dari Diri Sendiri



Agar dapat mencapai kesuksesan harus diawali dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu, mengubah kebiasaan buruk menjadi semangat. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah keadaan yang ada pada dirinya”. (QS Ar Rad : 11).



3.      Berdoa



Usaha tidak akan lengkap tanpa disertai doa. Doa merupakan sebuah wujud bahwa kita melibatkan Allah dalam setiap harapan “Maka bermohonlah kepada Ku”. (QS Al Baqarah : 186). Dengan menjalankan doa pembuka rezeki dari segala penjuru   akan menjadi salah satu jalan untuk meraih kesukesan



4.      Sedekah

Perumpamaan orang yang menafahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia Nya lagi maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah : 261). Sedekah tidak akan mengubah seseorang menjadi miskin. Sedekah akan membuat jalan rejeki menjadi lebih lapang sehingga segala usaha mendapat kemudahan dari Allah.

5.     Bersyukur

Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an salah satunya dengan jalan rajin bersyukur, bersyukur akan memberikan perasaan bahwa kita adalah hamba Allah yang beruntung sehingga menjadi lebih bersemangat dalam menjalani langkah langkah menuju kesuksesan serta terhindar dari putus asa. “Jika kamu bersyukur akan Ku tambah nikmat untukmu”. (QS Ibrahim : 7). Keutamaan bersyukur dalan islam akan mendapat jalan untuk menjadi orang yang di ridhoi Allah dalam usahanya menggapai suskes.

6.       Bertaqwa

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka”. (QS Ath Thalaaq : 2). Taqwa juga berperan penting dalam kesuksesa, orang yang bertaqwa akan mendapat kasih sayang dari Allah sehingga segala kesulitan yang dialaminya akan mendapat pertolongan dari jalan yang tidak disangkanya.

7.       Niatkan karena Allah

“Barangsiapa mengerjakan amal saleh dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan pahala jauh lebih baik dari apa yang mereke kerjakan”. (QS An Nahl : 97). Niatkan kesuksesan yang dikejar untuk mendapat ridho Allah di dunia dan di akherat, jangan mengejar suskes semata karena ingin dipuji atau karena duniawi.

8.       Amanah

Lakukan segala usaha dengan jujur, jangan tergoda dengan jalan yang slaah, seperti membeli jabatan agar cepat sukses. Miliki segala sesuatu dengan jalan yang benar dan jadilan orang yang amanah. “Sesungguhnya harta dan anak anak mu hanyalah cobaan bagimu”. (QS At Taghabun : 15).

9.      Jangan Menuruti Hawa Nafsu

“Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS Al Fajr : 20). Sukses memang impian setiap orang, tetapi jangan hanya mengejar sukses dalam hal duniawi, jangan mencintai harta atau hal duniawi berlebihan, sebab segala yang dimiliki hamba Allah hanyalah titipan yang sewaktu waktu dapat diambil oleh Nya.

10.   Hindari yang Haram

“Mereka itu adalah orang yang suka mendengar berita bohong dan memakan yang haram” (QS Al Maidah : 42). Hindari langkah yang curang misalnya membeli ijazah palsu agar dapat menggunakannya untuk naik pangkat. Keberkahan berpengaruh dari halal dan haram cara yang dilakukan.

11.  Ikhlas

“Barang siapa menjadikan akherat sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya”. (HR At Tirmidzi). Kejar sukses dengan niat yang ikhlas karena Allah dan dengan niat menggunakan kesuksesan tersebut di jalan Allah. Tentu saja bukan niat yang hanya berhubungan dengan duniawi seperti harta, jabatan, dan lain lain tetapi juga mengahrap sukses di akherat sebab merupakan salah satu keutamaan ikhlas dalam islam.

Sukses dalam islam wajib diikuti dengan rasa ikhlas dalam menjalani tiap prosesnya dengan sungguh dan ebrharap ridho Allah. Hasil dari setiap usaha bergantung dari keikhlasan dalam hati. Jika suatu hal dilakukan dengan ikhlas, tentu hasilnya akan lebih baik dan lebih berkah.

12.  Istiqomah

Istiqomah artinya tekun atau terus menerus dan tidak berkurang. Lakukan usaha dengan istiqomah agar mendapat kelapangan dari Allah sebab orang yang bersungguh sungguh pasti akan mendapatkan hal yang diinginkan. “Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (islam) benar benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”. (QS Al Jinn : 16).

13.  Sabar

Setiap orang yang sukses pasti pernah menjalani berbagai tahap dengan berbagai ujian, cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan sabar ketika mendapat kesulitan atau rintangan dalam usaha. Wajib percaya pada Allah bahwa sabar akan menjadikan jalan kesuksesan untuknya. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada Nya lah kita kembali”. (QS Al Baqarah : 155-156).

14.  Tidak Putus Asa

Orang yang sukses tidak menyerah ketika menghadapi tantangan, hal tersebut justru menjadi dorongan untuk menjadi lebih giat lagi dalam berusaha. Orang yang putus asa artinya tidak percaya pada rahmat Allah. “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur” (QS Yusuf : 87)

15.  Memiliki Keberanian

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. (QS Al Baqarah : 286). Jika sedang mencapai kesuksesan dan mendapat rintangan dalam prosesnya, cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan menyerahkan semuanya kepada Allah disertai usaha dan doa yang maksimal. Sebab Allah yang paling memahami kemampuan hamba Nya dimana Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuannya.

16.  Percaya Allah Maha Penolong

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS Al Insyiroh : 5). Jika kita membaca kisah kisah orang sukses, tentu akan menemui masa dimana ada kesulitan yang dialami orang tersebut. Umumnya kesuksesan atau tahap yang lebih tinggi akan didapatkan setelah berhasil melewati kesulitan tersebut.

Begitu juga dengan hamba Allah lainnya, ketika kita sedang berusaha meraih kesuksesan atau impian dan menemui hambatan, ketahuilah bahwa hal tersebut bukan hanya dialami oleh kita, mungkin banyak orang yang mendapatkan ujian lebih berat tetapi sanggup melewatinya. Maka kita wajib berfikir demikian bahwa Allah selalu memberi jalan di tiap ujian.

17.  Jangan Sombong

Ketika sudah berhasil mencapai tahap tertentu dalam langkah menuju sukses dan terasa impian sudah berada dekat di depan mata, tidak diperbolehkan merasa sombong dan melupakan Allah. Banyak orang yang lalai ketika diuji dengan kesenangan. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong”. (QS Al Isra : 37).

Biasanya orang akan merasa bahwa dirinya bisa mencapai tahap tersebut sebba dari kerja keras dan usaha dirinya sendiri, tidak ada peran dari Allahs sedikitpun. Hal inilah yang dapat menjadi penghalang kesuksesan. Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan senantiasa rendah hati. Jauhi sombong dan tetap meningkatkan kualitas diri sehingga sukses akan datang menghampiri.

Dengan menerapkan cara cara sukses menurut Al Qur’an ini, InsyaAllah kita akan menjadi orang yang sukses serta mendapat kebahagiaan dan ketenangan. Demikian artikel kali ini, semoga kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akherat. Terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat untuk anda semua. Salam hangat dari penulis.

Monday, November 11, 2019

KEUTAMAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

*MENYAMBUT DATANGNYA BULAN KELAHIRAN BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW.*
*"KEUTAMAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW".*




السلام علیکم ورحمة الله وبرکاته

*Di dalam kitab “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” halaman 5-7, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami* (909-974 H. / 1503-1566 M.), diterangkan tentang keutamaan-keutamaan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

*1. Sayyidina Abu Bakar RA. berkata:*

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان رفيقي في الجنة

Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka ia akan menjadi temanku di surga

*2. Berkata Sayyidina Umar RA.*

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام

“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.”

*3. Berkata Sayyidina Utsman RA.:*

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد غزوة بدر وحنين

“Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.”

*4. Sayyidina Ali RA. berkata:*

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم وكان سببا لقراءته لا يخرج من الدنيا إلا بالإيمان ويدخل الجنة بغير حساب

“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.”

*5. Imam Hasan Bashri RA. berkata:*

وددت لو كان لي مثل جبل أحد ذهبا فأنفقته على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم

“Aku senang sekali seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk kepentingan memperingati maulid Nabi SAW.”

*6. Imam Junaed al-Baghdadi, semoga Allah membersihkan sir (rahasia)-nya, berkata:*

من حضر مولد النبي صلى الله عليه وسلم وعظم قدره فقد فاز بالإيمان

“Barangsiapa menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW dan mengagungkan derajat beliau, maka sesungguhnya ia akan memperoleh kebahagian dengan penuh keimanan.”

*7. Imam Ma’ruf al-Karkhi, semoga Allah membersihkan sir (rahasia)-nya:*

من هيأ طعاما لأجل قراءة مولد النبي صلى الله عليه و سلم و جمع اخوانا و أوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد 
النبي صلى الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الأولى من النبيين و كان فى أعلى عليين

“Barangsiapa menyediakan makanan untuk pembacaan Maulid Nabi SAW, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi SAW, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas (‘Illiyyin).”

*8. Imam Fakhruddin ar-Razi berkata:*

: ما من شخص قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ملح أو بر أو شيئ أخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و فى كل شيئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتى يغفر الله لأكله وان قرئ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ماء فمن شرب من ذلك الماء دخل قلبه ألف نور و رحمة و خرج منه ألف غل و علة و لا يموت ذلك القلب يوم تموت القلوب . و من قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لا تفرغ يده ببركة النبي صلى الله عليه و سلم

“Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw. ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya.

Dan sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki dan penyakit dan tidak akan mati hati tersebut pada hari dimatikannya hati-hati itu.
Dan barangsiapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke at


Thursday, November 7, 2019

macam-macam doa yang tidak akan ditolak oleh allah umat islam wajib diamalkan


doa-doa, doa mustajab, kumpulan doa-doa, referensi ilmu, berita islami, info islam, 



ada beberapa kriteria. Semuanya tentu saja harus dilanjutkan dan dijalankan dengan usaha dan keteguhan kamu untuk mencapainya dan beribadah kepada Allah SWT.

1. Doa Orang Tua

Diantara doa yang tidak akan ditolak oleh Allah adalah doa orang tua. Setiap ucapan orang tua merupakan doa. Doa-doa yang dipanjatkan oleh kedua orang tua pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT, entah doa itu baik ataupun buruk. Oleh karena itu, kamu harus berbakti kepada kedua orang tuamu karena doa orang tua merupakan doa yang tidak akan ditolak oleh Allah. Doa orang tua merupakan doa yang paling mustajab. Dengan berbakti kepada orang tua, kamu akan senantiasa mendapatkan ridha dan doa terbaik dari mereka. Orang tua tentunya menginginkan yang terbaik untuk anaknya, makanya doa merka merupakan doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: "Jangan kamu berdoa kepada Allah untuk keburukan diri kamu, atau berdoa untuk keburukan anak-anak kamu, atau berdoa untuk para pembantu kamu atau berdoa untuk keburukan harta benda kamu, janganlah kamu berdoa kepada Allah dengan sesuatu permohonan (yang buruk) pada saat mustajab (yakni yang memungkinkan bagi doa itu untuk dikabulkan) sehingga Allah mengabulkan doa dan permohonan kamu." (HR. Muslim).

2.  Doa Musafir

Doa yang tidak akan ditolak oleh Allah selanjutnya adalah doa musafir. Hal ini dikarenakan musafir mampu mengendalikan diri beserta nafsunya. Jadi doa orang yang tengah dalam perjalanan jauh seperti musafir selalu dikabulkan Allah SWT.
Apalagi Dalam perjalanan, musafir menanggung berbagai macam kesulitan dan rintangan yang tentunya sangat berat. Kesulitan tersebut hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melewatinya, karena itulah doa musafir menjadi salag satu doa yang tidak akan diolak oleh Allah SWT.

3. Doa orang yang teraniaya

Selanjutnya, doa yang tidak akan ditolak oleh Allah adalah doa orang yang teraniaya. Orang teraniaya ini bisa diambil contoh seperti orang yang diperlakukan secara tidak adil baik secara verbal maupun non verbal. Karena itulah, doa orang orang ini tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Sebuah riwayat hadits dari Bukhari dan Muslim mengisahkan tentang Sa'd bin Abi Waqqasah dengan Usamah bin Qatadah. Saat itu, Usamah bin Qatadah menagatakan fitnah bahwa Sa'd bin Abi Waqqasah dikatakan tak pernah menghukum perkara dengan adil. Karena fitnah tersebut, Sa’d berdoa agar Usamah diberikan umur panjang namun dengan kehidupan yang miskin dan serba kekurangan. Lalu saat diatanyakan kabarnya oleh seorang tetangga, Usamah berkata, "Aku adalah seorang tua renta yang tertimpa bencana karena doa Sa'd,"
Dengan kisah tersebut telah menjadi bukti nyata bahwa doa orang yang teraniaya merupakan doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Berikut ini hadist yang menerangkan tiga macam doa yang tak pernah ditolak, "Tiga macam doa yang dikabulkan (oleh Allah SWT) dan tidak ada keraguan di dalamnya (yakni dalam hal dikabulkannya doa tersebut); doa orang tua, doa orang yang sedang bepergian dan doa orang yang teraniaya". (HR Ahmad, at Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

baca juga tentang sabar dan syukur :  https://www.referensiilmu.online/2019/11/sabar-dan-syukur-adalah-kunci-sukses.html


Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka juga merupakan doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Hal ini terjadi karena, puasa terutama puasa Ramadan merupakan sebuah ibadah, dan doa ketika dilakukan bersama dengan ibadah akan senantiasa diakbulkan Allah SWT. Sebagaimana terdapat di salah satu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:
“Ada tiga golongan manusia yang do’anya tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’anya orang yang dizhalimi, Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta.” (HR. Tirmidzi dan yang lainnya, hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Dari Hadits di atas, kamu bisa melihat berbagai golongan manusia dengan doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Doa pemimpin yang adil dan doa orang yang dizhalimi telah kita lihat bersama-sama contohnya dengan adanya kisah Sa'd bin Abi Waqqasah dan Usamah bin Qatadah.
Mumpung masih dalam bulan puasa Ramadan, banyak-banyaklah kamu berdoa dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan ini, karena doa orang yang berpuasa merupakan salah satu doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

Wednesday, November 6, 2019

3 ILMU YANG WAJIB DI KETAHUI OLEH UMAT MUSLIM.

ilmu islam, berita islami, islam itu indah, fikih islam



Adalah pemandangan yang kaprah di masyarakat, ilmu dibedakan menjadi ilmu agama dan ilmu umum. Pemahaman ini kemudian lebih dikuatkan dengan adanya pembagian sekolah yang disebut dengan sekolah umum dan sekolah agama atau yang lebih dikenal dengan madrasah.

Sesungguhnya para ulama tidak membagi ilmu dengan pembagian yang demikian. Bila membaca berbagai literatur akan didapati bahwa yang dibedakan oleh para ulama bukanlah jenis ilmunya, namun hukum mempelajarinya. Dalam kitab Ihya Ulûmid Dîn misalnya Imam Al-Ghazali membedakan ilmu menjadi ilmu yang fardlu ‘ain hukumnya untuk dipelajari dan ilmu yang fardlu kifayah hukumnya untuk dipelajari.


Ilmu yang fardlu kifayah hukum mempelajarinya berarti tidak setiap orang Islam wajib mempelajari ilmu tersebut. Bila ada satu di antara mereka yang telah mempelajarinya maka itu sudah cukup menggugurkan orang Islam lain untuk mempelajarinya. Termasuk dalam kategori ilmu ini adalah ilmu hadis, ilmu tafsir, ilmu kedokteran, ilmu biologi dan lain sebagainya.

Bila ada satu orang Islam yang mempelajarinya maka gugurlah kewajiban orang Islam lainnya untuk memepelajarinya. Sedangkan ilmu yang hukum mempelajarinya adalah fardlu ‘ain maka ilmu ini tidak bisa tidak harus dipelajari dan dipahami oleh setiap individu Muslim. Tak ada celah bagi seorang Muslim untuk tidak mempelajari ilmu pada kategori ini. Lalu ilmu apa saja yang hukum mempelajarinya termasuk dalam kategori fardlu ‘ain? Menurut Syekh Zainudin Al-Malibari di dalam kitab Mandhûmatu Hidâyatil Adzkiyâ’ ilâ Tharîqil Auliyâ’, di mana kitab ini diberi penjelasan oleh Sayid Bakri Al-Makki dalam kitab Kifâyatul Atqiyâ’ wa Minhâjul Awliyâ’, bahwa ada 3 (tiga) ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap orang Muslim dengan kewajiban fardlu ‘ain. Ketiga ilmu itu adalah ilmu yang menjadikan ibadah menjadi sah, ilmu yang mengesahkan aqidah, dan ilmu yang menjadikan hati bersih.

Dalam kitab itu Al-Malibari menuturkan:

 وتعلمن علما يصحح طاعــة وعقيدة ومزكي القلب اصقلا هذا الثلاثة فرض عين فاعرفن واعمل بها تحصل نجاة واعتلا


Pelajarilah ilmu yang mengesahkan ketaatan mengesahkan aqidah serta mensucikan hati Ketiganya ini fardlu ain hukumnya, ketahuilah amalkanlah, maka terwujud keselamatan dan kehormatan Inilah tiga ilmu yang setiap orang Islam wajib mempelajarinya.


 Pertama, ilmu yang menjadikan sahnya ibadah kepada Allah adalah ilmu fiqih yang membahas tentang bagaimana semestinya seorang Muslim beribadah kepada Allah. Sebagai contoh, setiap Muslim wajib mempelajari ilmu tentang bagaimana caranya shalat yang benar dan baik. Juga ia wajib mempelajari berbagai ilmu yang berkaitan dengan keabsahan shalat, seperti caranya berwudlu, cara mensucikan berbagai macam najis, bertayamum, beristinja dan lain sebagainya.
Seorang Muslim juga wajib mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ibadah-ibadah lain seperti puasa, zakat, haji dan lain sebagainya. Termasuk juga dalam kategori ini adalah ilmu muamalat, ilmu yang mengatur bagaimana semestinya seseorang melakukan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan sesama manusia, seperti jual beli, sewa menyewa, penitipan, dan sebagainya.


Ilmu-ilmu ini fardlu ain hukumnya untuk dipelajari mengingat amalan seseorang yang tidak didasari dengan ilmu maka amalan yang dilakukannya itu menjadi batal, tak diterima. 
Sebagaimana dituturkan Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad: 

وكل من بغير علم يعمل أعماله مردودة لا تقبل


Setiap orang yang beramal tanpa ilmu Maka amalnya tertolak, tak diterima Kedua, ilmu yang menjadikan aqidah atau kepercayaan seseorang menjadi benar sesuai dengan aqidah yang dianut oleh para ulama Ahlussunah wal Jama’ah. Dengan mempelajari dan memahami ilmu ini maka seseorang akan terjaga dari aqidah-aqidah yang rusak dan tidak benar seperti aqidah Mu’tazilah, Jabariyah, dan Mujassimiyah. Orang yang tidak mempelajari ilmu ini maka dikhawatirkan ia akan salah dalam memahami dan meyakini perihal bagaimana Allah dan berbagai permasalahan keimanan lainnya.

Ketiga, ilmu yang menjadikan hati bersih dari berbagai macam akhlak yang jelek seperti riya, sombong, dengki, hasud dan berbagai macam penyakit hati lainnya. Ilmu ini wajib pula dipelajari oleh setiap orang Muslim mengingat perilaku orang tidak hanya apa yang dilakukan oleh anggota badan secara lahir namun juga perilaku-perilaku hati secara batin.

Sayid Bakri Al-Makki memberikan penjelasan masalah ini di dalam kitabnya Kifâyatul Atqiyâ’ wa Minhâjul Ashfiyâ’. Beliau menuturkan bahwa tak ada kelonggaran bagi seorang pun untuk tidak mengetahui ketiga ilmu tersebut. Inilah ilmu syariat yang bermanfaat. Tak cukup dengan memepelajari dan mengetahuinya saja. Orang yang telah mempelajarinya juga mesti mengamalkannya. Karena siapapun yang telah mengetahui ketiga ilmu ini tidak akan bisa selamat kecuali dengan mengamalkannya. Ya, untuk mendapatkan keselamatan di akherat kelak serta tingginya derajat di dunia dan akherat tak bisa lepas dari tiga hal: keyakinan atau aqidah yang benar, ibadah yang benar, dan hati yang bersih. Hal ini semestinya menjadi perhatian bagi setiap orang Muslim. Lebih-lebih semestinya menjadi perhatian bagi para orang tua untuk lebih mengutamakan ketiga ilmu tersebut bagi para anaknya.

Sudah semestinya ketika anak-anak masih belum akil baligh setiap orang tua lebih mementingkan ketiga ilmu tersebut dibanding ilmu-ilmu lainnya. Ini dikarenakan ketika sang anak sudah menginjak masa akil baligh, yang artinya dia telah mukallaf dan menanggung setiap akibat perbuatannya, maka ia sudah harus melakukan berbagai macam tuntutan syariat yang akan memberinya pahala bila melakukannya dan memberinya dosa bila meninggalkannya. 


Untuk melakukan tuntutan syariat ini mau tidak mau ia harus telah memiliki dan memahami ilmu-ilmunya yang semestinya telah dipelajari sejak dari kecil. Bila sampai dengan akil baligh sang anak belum tahu bagaimana semestinya beraqidah dan beribadah kepada Allah sehingga ia melakukan kesalahan, maka orang tua akan ikut menanggung akibat dari kesalahan tersebut, karena keteledorannya yang tak memberikan ilmu agama yang cukup saat sang anak masih belum baligh. Tidak salah memberikan berbagai macam ilmu ketika anak masih duduk di bangku sekolah dasar, sebelum anak akil baligh. Tetapi adalah kerugian yang besar bila orang tua tak memperhatikan dan tak memberikan ilmu yang cukup bagi anak untuk kelak ketika ia telah akil baligh berhubungan dengan Tuhan dan sesama makhluk dengan baik dan benar. 

Wallâhu a’lam.