Tuesday, November 5, 2019

guru dan murid tertawa karena Beda pendapat


guru dan murid tertawa karena Beda pendapat tentang rezeki (Imam Maliki dan Imam Syai'i)

Hasil gambar untuk gambar imam maliki dan imam syafii
guru dan murid tertawa karena Beda pendapat tentang rezeki
1.      Imam Maliki (guru Imam Syafi’i) dalam majlisnya menyampaikan :
Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, ukup dengan tawakal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan memberikan rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan allah mengurus lainnya.
2.      Sementara Imam Syafi’I (sang murid) bependapat lainnya :
Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.
Guru dan murid bersihkukuh pada pendapatnya masing-masing.
Suatu saat tengah meninggalkan pondok, Imam Syafi;I melihat serombongan orang tengah memanen anggur. Diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafi’I memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa.
Imam Syafi’I girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah ,menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkarnya, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.
Setelah itu, Imam Syafi’I bergegas menjumpai Imam Malik sang guru. Sambal menaruh seluruh anggur yang didapatnya, diabercerita. Imam Syafi’I sedikit mengerasakan bagian kalimat “seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.
Mendengar itu Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap pelan.
“sehari ini aku memang tidak keluar pondok. Hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berfikir alangkah nikmatnya kalu dalam hari yang panas ini aku bias menikmati anggur. Tiba-tiba engakau datang sambal membawakan beberapa ikat anggur untukku,
Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakal yangbenar kepada Allah niscaya Allah akan berikan rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarlah Allah yang mengurus yang lainnya.
Kemudian guru dan murid pun tertawa. Dua imam madzab mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits yang sama.
Begitulah cara ulama bila melihat perbedaan, bukan dengan cara menyalahkan orang laindan hanya membenarkan pendapatnya saja.

Previous Post
Next Post

0 Comments: