Tuesday, November 5, 2019

hukum Membaca Usholli

hukum Membaca Usholli Ketika Hendak Sholat

AssalamualaikumWaroh Matullahhi wabarokatuh.

Selamat Datang di blog saya.
Dalam pembahasan kali ini saya akan membahan sedikit yang kontropersi dalam kehidupan sehari" trutama dalam ibadah. Di zaman sekarang banyaj sekali orang-orang yang mudaj untuk mem Bid'ah kan seseorang karena berbeda persepsi dengannya. Sedangkan dalam beribadah itu termasuk kepada fiqih, yang mana fikir itu Furu'iyyah dan ikhtilaf. Banyak para muhadditsin dengan muhaditsin  yang lain berbeda akan tetapi meraka semua tidak MemBid'ah kan satu sama lain karena meraka tau masing" mempunyai landasan mempunyai imam yang menjdi patokan/hujjah dalam pelaksanaam ibadah mereka sendiri. 
Nah yah, sekarang saya ingin membahan soal melafalkan Niat ketika hendah sholat. Apakah boleh/ tidak? Yukk simak baik" biar kaga salah faham hhe. 

1. Masalah niat. 

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
( رَوَاهُ الْبُخَارِى وَمُسْلِمْ )
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khaththab ra. Berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Jadi dalam masalah ini ada perbedaan antara Mazhab Syafi'i, Hambali, Maliki dan Hanafi
Dalam mazhab Syafi'i di jelaskan Muqoronah. Sejalan dengan Takbir dan Niat, "letak niat itu dimana" 
Kalo puasa Niatnya itu Sebelum Sahur (pada puasa fardu/wajib). Sedangkan pada puasa sunah boleh pada saat pagi, misalkan jm 7/8 pagi tiba-tiba tidak ada makanan. Maka kita boleh mengatakan "anna shoo im" karena tidak ada makanan, maka sya puasa. Sah nabi melakukannya, Hadistnya Shohih. Dengan syarat dari mulai subuh pas hari itu tidak makan apa-apa.
Tapi Beda dengan shalat dalam hal ini.
Shalat menurut imam Syafi'i Qorona-Yuqorinu-Muqoronatan. (Muqoronah). Sejalan antara Takbiratul Ikhrom dengan Niat. Maka di jalankannya Niat itu Dalam Takbir. 
2. Perkara Melafalkan Niat/usholli dalam Shalat
اتلفظ بالنية : انالكلام لفي الفادي وانما جعل السان علي الفادي دليل
Pelafalan dalam niat : sesunggunya perkataan itu dalam fuad (hati paling dalam) dan sesungguhnya di ciptakannya lisan sebagai dalil/pembuktian atas fuad( hati yang paling dalam)
Kemudian buka kitab Al Ashbah An Nazhoir karangan Jalaludin Assuyuti meninggal pada tahun 911 H, di dalam kitab nya. "محل النية القاب" letak nya niat di hati. 
Kemudian untuk hukum melafalkan NIAT menurut imam Syafi'i  MUSTAHAB. (digunakan untuk perbuatan-perbuatan yang pelaksanaannya lebih baik dari pada peninggalannya, meskipun pelaksanaanya itu tidak wajib).
Sedangkan menurut mazhab lain gimana??
Menurut imam maliki : التلفظ بانيات ليس بمسروع (melafalkan niyat tidak ada contohnya)
Menurut hanafi التلفظ باانيت بدعة، الابدبع الوسوس
(Melafalkan niat adlah Bid'ah kecuali untuk mengkilangkan waswas)
 Oke para pembaca yang setia dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahsannya mengucapkan nital dalam sholat itu tidak ada contohnya akan tetapi itu boleh di lakukan jika seseorang yang hendak melaksanakn shalat memilik ke raguan dalam sholatnya. Jadi untuk yang memiliki keraguan di bolehkan menurut imam syafi'i dan hanafi dengan syarat iyah ragu/waswas jika tidak melafalkan niat dalam sholatnya jika yang sudah mantap yakin tidak perlu niat itu di lafalkan cukup dalam hati saja. 
Mulai dari sekarang sudahlah jangan berdebat soal pengucapan lafal dalam shalat apa lagi smapai bisa mengecap/menjudge seseorang yang tidak enak, karna inti dari semuanya boleh. yang mau di lafalkan silahkan yang tidak juga cukup di hati. silahkan semua itu sudah ada dasar pelaksanaannya dari para ulama terdahulu. 
Okee mungkin itu saja pembahasan kali ini. Jika ada yang salah/kurang tepat bisa langsung berikan masukan di dalam ruang komentar ini. Terimakasih banyak 
Walaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.

Previous Post
Next Post

0 Comments: