Tuesday, January 28, 2020

Virus Corona Disebut Azab


Virus Corona Disebut Azab Bagi China Karena Menzalimi Muslim Uyghur?
 Wabah virus corona

AssalamualaikumWaroh Matullahhiwabarokatuh.

Selamat Datang kembali di website kami referensiilmu.online



kali ini saya akan menuliskan tentang berita terkini dan terupdate tentang menyebarnya wabah penyakit corona yang di bawa dari negri china.
Mari simak ulasannya semoga bermanfaat.


Oleh: Nusaibah Al Khanza
(Pemerhati Masalah Global)

Virus Corona dan Metode Karantina ala Rasulullah yang Kini Terbukti
Profil Ali Mohamed Zaki, Ilmuwan Mesir Penemu Virus Corona
Ekonomi China Mulai Tumbang Akibat Virus Corona
Dunia gempar. Tak terkecuali Indonesia. Ini akibat ditemukannya virus Corona di Wuhan, China. Bahkan, virus tersebut kini telah menjalar ke berbagai negara dan diperkirakan dapat menjadi ancaman global.

Dilansir dari beberapa sumber yang relefan, bahwa hingga Jumat, 24 Januari 2020, China telah mengisolasi sebanyak 13 kota dan 41 juta penduduk. Mereka dijaga ketat oleh orang- orang berkostum lengkap, baik tim militer maupun medis. Siapapun dicegah keluar dari area karantina.





Berbagai perayaan Tahun Baru Imlek 25 Januari 2020 ini, bahkan telah dibatalkan. Beijing menjadi kota terlarang. Disneyland Shanghai, dan bagian dari Tembok Besar diumumkan serentak ditutup. Virus Corona tengah menjadi momok menakutkan di berbagai kota.




Tentu saja, hal ini karena virus Corona sangat mudah menyebar melalui udara yang dihirup oleh hidung dan mulut. Kemudian masuk ke dalam saluran pernapasan atas, lalu ke tenggorokan hingga ke paru-paru.

Mengetahui virus ini pertama kali ditemukan di China, membuat naluri kemanusiaan tersingkap. Mengingat akan apa yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap etnis Muslim Uighur. Mereka juga sedang dan masih dikarantina. Lebih dari satu juta manusia tak berdosa disiksa secara keji di kamp konsentrasi Xinjiang. Dilarang memeluk Islam. Dipaksa murtad. Dianiaya hanya karena mereka Muslim. Situasi tersebut juga tak kalah mencekam.





Apakah kemudian kaum muslimin kehilangan rasa simpati dan sikap empatinya pada China, khususnya bagi para korban Virus Corona? Tidak. Sungguh tidak. Karena virus ini juga bisa saja menjalar ke tubuh kaum Muslimin di berbagai negara.

Kaum Muslimin meyakini bahwa segala musibah dan bencana yang terjadi adalah berasal dari Allah. Bagi seorang Muslim, musibah itu bisa bermakna sebagai ujian bagi orang beriman untuk meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT.

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu.” (QS. Al-Baqarah: 214)

Kaum Muslimin juga yakin dengan penuh, bahwa musibah adalah teguran bagi orang-orang beriman yang sedang lalai dan jauh dari agamanya, agar kaum muslimin dapat segera bertaubat dan kembali pada menerapkan aturan Allah SWT.





“Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS. al-A’raf: 99)

Diyakini pula, bahwa bencana dan musibah adalah azab dan balasan yang disegerakan di dunia bagi orang-orang munafik dan kaum kafir yang memusuhi agama-Nya.

“Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.” (QS. Ali Imron: 56)

Kaum Muslim percaya, tidaklah musibah atau azab dapat terjadi jika bukan atas kehendak-Nya. Corona yang menimpa China adalah sebagian kecil tanda kekuasaan Allah. Kuasa yang bahkan tak bisa dibaca oleh akal manusia yang terbatas. Terlepas Virus ini bagian dari propaganda (Diduga senjata biologis rahasia China yang bocor dari labnya) atau bukan sama sekali.





Tiadak ada yang mampu  menghadang kehendaknya, jika Allah sudah berkehendak. Bahkan meskipun manusia mengerahkan seluruh kekuatan, daya upaya, teknologi yang super canggih dan seluruh peralatan super power untuk menghadang. Takkan bisa menghadang ketetapan-Nya.

Faktanya, dengan virus Corona yang Allah subhanahu wa ta'ala turunkan, dunia menjadi pesakitan. Dengan merebaknya Virus Corona, dunia bergejolak. Dengan menjalarnya Virus Corona, duniapun ambyar. Masihkah manusia akan angkuh, congkak dan sombong dengan tetap menolak diterapkannya aturan Allah yakni aturan Islam?

“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” (QS. An- Nahl: 40).

Dengan itu manusia ditunjukkan bahwa jika Allah telah berkehendak, tak akan ada sesuatu pun yang bisa menghadang. Begitu juga kelak, jika tiba waktunya Allah memenangkan agamaNya. Tak akan ada yang sanggup menentang. Wallahu a’lam!



Monday, January 27, 2020

Kisah nabi muhammad saw di tantang gulat

Kisah nabi muhammad Saw di tantang gulat

AssalamualaikumWaroh Matullahhiwabarokatuh.

Selamat Datang kembali di website kami referensiilmu.online



kali ini saya akan menuliskan kembali suatu kisah nabi kita muhammad salallahu alaihi wasalam yang masih banyak dari kita semua belum ketahui bahkan sampai terlupakan.
Berikut kisahnya yang kami tulis ulang dan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

NABI MUHAMMAD  ﷺ PERNAH DITANTANG GULAT OLEH JAWARA PADA MASANYA DAN NABI ﷺ MEMENANGKANNYA BERIKUT HADIAH YANG NABI ﷺ TERIMA HINGGA HIDAYAH AKHIRNYA MENYAPA MEREKA PADA AKHIRNYA MASUK AGAMA ISLAM


Gulat disebut sebagai olahraga tertua di dunia yang dikompetisikan. Olahraga gulat telah muncul di lukisan-lukisan Mesir kuno yang berusia 5000-an tahun. Konon, gulat sudah menjadi mata pelajaran di Tiongkok sejak 2050 SM. Tidak heran, dalam adegan kolosal, para kesatria sering adu tanding gulat untuk menunjukkan kehebatan mereka.





Olahraga ini juga cukup populer di masa-masa Islam. Masa saat Rasulullah ﷺ masih hidup dan berinteraksi dengan masyarakat Arab kala itu. Di masa beliau ﷺ ada seorang pegulat yang dikenal sebagai juara. Ia sangat sulit ditaklukkan. Tidak ada seorang pun yang berhasil menempelkan perutnya ke tanah saat bergulat. Namanya adalah Rukanah.





Siapakah Rukanah?





Namanya adalah Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf al-Muthallibi. Ia adalah seorang pemimpin Arab yang terkenal dengan kekuatannya. Walaupun badannya kekar dan besar, Rukanah tetap lincah dalam berkuda.





Rukanah adalah seorang laki-laki kuat. Ia masih dalam kemusyrikan di awal-awal datangnya risalah kenabian Muhammad ﷺ. Ia begitu tenar sebagai seorang pegulat hebat. Tidak ada seorang pun yang mampu menguncinya hingga tergeletak di tanah. Postur tubuh dan perawakannya yang besar tampak begitu kentara. Terlihat mencolok dibanding orang-orang di sekelilingnya.





Ototnya yang kekar tidak menghalangi Rasulullah ﷺ untuk membuka hatinya tentang kebenaran Islam. Dan di antara variasi dakwah Rasulullah ﷺ adalah beliau menempuh pendekatan dalam bidang olahraga. Beliau ﷺ berduel gulat dengan Rukanah. Subhanallah…





Ibnul Atsir mengatakan, “Rukanah adalah seseorang yang pernah duel gulat dengan Nabi ﷺ. Beliau mengalahkannya dua atau tiga kali. Padahal ia termasuk laki-laki Quraisy yang paling kuat. Hidayah Islam baru ia sambut ketika penaklukkan Kota Mekah. Ia wafat di masa kekhalifahan Utsman. Ada juga yang mengatakan ia wafat pada tahun 42 H. Di masa kekhalifahan Muawiyah radhiallahu ‘anhu.” (al-Isti’ab oleh Ibnu Abdil Bar hal: 801 dan Asadul Ghabah oleh Ibnul Atsir, hal: 1708).





Rukanah Adu Gulat Dengan Nabi ﷺ





Ibnu Ishaq mengatakan, “Abu Ishaq bin Yasar berkata kepadaku: Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthallib bin Abdu Manaf adalah orang Quraisy yang paling kuat. Suatu hari ia bersama Rasulullah ﷺ di suatu kampung Mekah (sebelum hijrah).





Rasulullah ﷺ berkata kepadanya: Wahai Rukanah, tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dan menerima dakwahku?





Rukanah menjawab: Seandainya aku mengetahui apa yang engkau serukan itu adalah kebenaran, pasti aku akan mengikutimu.





Rasulullah menimpali: Bagaimana kiranya kukalahkan engkau dalam gulat. Apakah engkau akan meyakini kebenaran perkataanku?





Rukanah menjawab: Iya.





Rasulullah berseru: Ayo berdiri. Akan kukalahkan engkau.”





Abu Ishaq melanjutkan kisahnya, “Rukanah pun menyambut tantangan itu. Keduanya pun duel gulat. Rasulullah ﷺ menyergapnya dan berhasil menjatuhkannya. Rukanah pun tak berdaya.





Penasaran dengan kekalahannya, Rukanah berkata: ‘Kita ulangi wahai Muhammad’. Keduanya pun kembali bergulat.





Rukanah kembali berkata: ‘Wahai Muhammad, luar biasa, kau berhasil mengalahkanku!’





Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Yang lebih luar biasa dari ini pun akan kutunjukkan jika engkau mau. Jika engkau bertakwa kepada Allah dan menaatiku’.





‘Apa itu?’ Tanya Rukanah.





Nabi ﷺ menjawab: ‘Akan kupanggil pohon yang engkau lihat itu. Dan dia akan datang kepadaku’.





‘Panggillah’, tantang Rukanah.





Pohon itu pun datang hingga ke hadapan Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata kepada pohon itu: ‘Kembalilah ke tempatmu’. Pohon itu pun kembali ke tempatnya semula.





Rukanah pun pergi menuju kaumnya. Ia berkata, ‘Wahai anak-anak Abdu Manaf, mereka telah menyihir masyarakat. Demi Allah, aku tidak pernah melihat penyihir yang lebih sakti darinya’. Kemudian Rukanah mengabarkan apa yang ia lihat.” (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, tahqiq al-Halabi, 1: 390-391).





Dalam riwayat al-Baladzuri disebutkan bahwa Rukanah-lah yang menantang Rasulullah ﷺ bergulat. Ia dikabarkan tentang Nabi ﷺ. Lalu Rukanah menemui beliau di salah satu bukit di Mekah. Rukanah mengatakan, “Wahai anak saudaraku –karena sama-sama bani Abdu Manaf-, telah sampai kabar tentangmu kepadaku. Aku tidak mengenal engkau sebagai pembohong. Jika engkau mengalahkanku (dalam gulat), maka aku yakin engkau orang yang benar”. Nabi ﷺ pun bergulat dengannya sebanyak tiga kali.





Abu al-Yaqzhan mengatakan: Ketika Rukanah datang kepada Nabi ﷺ untuk memeluk Islam di hari Fathu Mekah, ia berkata, “Demi Allah, aku mengetahui jika engkau bergulat denganku, engkau akan mendapat pertolongan dari langit”. Kemudian ia pindah ke Madinah dan tinggal di sana hingga wafat di awal pemerintahan Muawiyah radhiallahu ‘anhu (Ansabul Asyraf oleh al-Baladzuri, 1: 155, 9: 392-392. Ia memiliki penguat dalam riwayat at-Tirmidzi 1784, Abu Dawud 4078, dan al-Hakim 5903).





Anak Rukanah Bergulat dengan Nabi ﷺ





Selain bergulat dengan Rukanah, Nabi ﷺ pun pernah berduel dengan orang-orang selain Rukanah. Di antaranya adalah anak dari Rukanah. Namanya Yazid bin Rukanah. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhumamengisahkan, “Yazid bin Rukanah datang menemui Nabi ﷺ dengan membawa 300 ekor domba. Ia berkata, ‘Wahai Muhammad, apakah engkau mau duel gulat denganku?’





Nabi ﷺ menjawab, ‘Apa hadiahnya jika aku mengalahkanmu?’





‘100 domba ini’, jawabnya. Keduanya pun bergulat. Dan Nabi ﷺ yang menang.





Yazid kembali menantang Rasulullah. Ia berkata, ‘Maukah engkau adu gulat (sekali) lagi?’





Nabi ﷺ menjawab, ‘Apa imbalannya?’





Yazid menjawab, ‘100 domba lainnya’. Keduanya pun bergulat. Lagi-lagi Nabi mengalahkannya. Disebutkan bahwasanya keduanya bergulat sampai tiga kali.





Yazid berkata, ‘Wahai Muhammad, sebelumnya tidak ada yang mampu membuat perutku menempel dengan tanah kecuali dirimu. Dan tidak ada yang paling aku benci pula selain dirimu. Namun sekarang aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah. Dan engkau adalah utusan Allah’. Kemudian Rasulullah ﷺ mengembalikan semua dombanya.” (Ibnu Abdil Bar dalam al-Isti’ab 2770, Ibnul Atsir dalam Asadul Ghabah 5544, Ibnu Hajar dalam al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah 9279, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Irawa’ al-Ghalil 1503).





Pelajaran





Pertama: Metode dakwah Rasulullah yang variatif. Beliau berdakwah berceramah. Beliau berdakwah dengan cara bersedekah. Dengan akhlak yang mulia. Dengan pendekatan kultural. Sampai dengan pendekatan dalam bidang olahraga. Namun pendekatan dakwah beliau tidak menerabas sesuatu yang Allah larang.





Kedua: Nabi ﷺ tidaklah menginginkan harta dunia dari hasil duelnya dengan Rukanah dan anaknya, akan tetapi beliau menginginkan hidayah.





Ketiga: Betapa pun orang-orang musyrik sombong dalam menolak Islam, Rasulullah tidak menyerah mendakwahi mereka. Fitrah mereka tetap ingin keluar dari gelapnya kesyirikan.





Keempat: Terkadang seseorang malu menerima dakwah dengan metode ceramah. Namun ia akan mengakui keunggulan dan kebenaran yang dibawa orang lain apabila bisa mengalahkannya dalam bidang yang ia geluti. Oleh karena itu, terkadang seseorang lebih menerima orang yang seprofesi dengannya ketika mendakwahinya. Dosen dengan dosen. Pegawai pabrik dengan pegawai pabrik. Mantan artis dakwah kepada artis. Dll.





Kelima: Meskipun orang-orang musyrik berlaku sombong dan kasar terhadap Nabi ﷺ, namun beliau tetap berlaku ramah. Sehingga mereka tidak segan mengajukan pertanyaan bahkan mengajak adu gulat sekalipun.




Demikian yang kami bisa tuliskan, bilamana ada kata-kata yang salah atau kurang tepat bisa di tulikan di kolom komentar yang telah kami sediakan.
Terimakasih semoga bermanfaat
Wassalamualaikum wr.wb


Friday, January 24, 2020

Tata cara mandi rosulullah saw.

AssalamualaikumWaroh Matullahhiwabarokatuh.

Selamat Datang kembali di website kami referensiilmu.online


kali ini saya akan membahas suatu hal yang menjadi kegiatan sehari-hari kita bahkan tak pernah terlupakan, sehingga banyak sekali masyarakat-masyarakat yang meninggalkan tatacara yang telah di ajarkan oleh nabi kita muhammad saw. Dimana ketika seseorang tersebut mandi  hanya sekedar mandi tanpa memikirkan fungsi mandi tersebut terhadap kesahatan pada dirinya.

Mari simak ulasan singkat yang bermanfaat ini, tentang tatacara bagaimana mandi rosulullah saw yang telah di ajarkan untuk umatnya. 


*Cara Mandi Rasulullah SAW*

Yang diajarkan oleh Baginda.
1. Bermula dari segayung siram di telapak kaki
2. Segayung di betis
3. Segayung di paha
4. Segayung di perut
5. Segayung di bahu
6. Berhentilah sejenak 5-10 saat/detik.
●Kita akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari
ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan
dengan mandi seperti biasa.

●Hikmahnya:
Seperti pada gelas yang diisi air panas kemudian kita isi
dengan air sejuk. Apa yang terjadi?
Gelas akan retak !!!
●Jika tubuh kita.... apa yang retak?
Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu sejuk, maka
yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada
badan atau kepala, angin yang harusnya keluar jadi
terperangkap atau kadang membawa maut karena
pecahnya pembuluh darah.

●Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di
bilik mandi tiba-tiba kena 'stroke'. Boleh jadi kita sering
masuk angin karena cara mandi kita yang salah. Boleh
jadi kita sering migrain karena cara mandi yang salah.

●Cara mandi ini baik bagi semua umur
terutama yang mempunyai sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/sakit kepala sebelah.
Insya Allah dpt ber angsur sembuh...

{ Silahkan share ilmu untuk manfaat bersama dan ganjarannya
akan ttp mengalir bg siapaun yg mngajarkan cara mandi Rosulullah :')
(Semoga bermanfaat).

*[ Habib Umar Bin Hafidz]*


Demikian ulasan singkat pada artikek kali ini semoga bermanfaat. Terimakasih.

Wednesday, January 22, 2020

alasan ketika kentut yang di basuh muka (wudhu)

AssalamualaikumWaroh Matullahhi wabarokatuh.


Selamat Datang di blog saya.

kali ini saya akan membahas sesuatu hal yang tak masuk AKAL, sehingga banyak sekali masyarakat-masyarakat yang mempertanyakan hal ini, yang mana ketika seseorang tersebut kentut akan tetapi yang di basuh muka. nahh loh jadi ikutan bingung kan sama materi ini, 



1. Secara Rasional

Sedari kecil mungkin kita pernah bertanya-tanya kenapa saat kita kentut/kencing yang dibasuh saat wudlu adalah wajah,tangan,dst. bukanya kemaluan/dubur? bahkan dulu saat kecil saya bertanya kepada guru ngaji cuma dijawab "hanya Allah yang tahu", simple kan? dengan begitu santri tidak akan bertanya lagi. namun apakah kita pernah berpikir bahwa segala perintah dan larangan-Nya tentu ada makna dan maksudnya?. 


Setelah saya dewasa saya tetap bertanya kepada beberapa ustadz yang saya anggap paham dan mahfum namun semakin ditanya semakin tidak pasti jawabnya dan semakin membuat penasaran. karena manusia secara kodrati selalu mengedepankan rasional dan kepastian. Suatu ketika saat saya berlibur beberapa tahun yang lalu saya sempat berkeliling di pasar loakan dan menemukan buku dengan judul ":keajaiban alam ghaib dibalik 

alam nyata", saya masih ingat ada beberapa kalimat yang intinya saat manusia dalam keadaan tidak suci maka akan ada semacam hijab(tirai) yang menutup auranya serta berkah yang turun akan ditahan sementara dia junub. ada pula kisah Arya penangsang yang saat itu terkenal kebal bahkan joko tingkir sampai kerepotan mencari senjata pusaka sampai laut selatan untuk bisa menembus pertahanannya, dan konon tubuh arya penangsang hanya bisa dilukai saat dia dalam keadaan junub, dan saat joko tingkir datang untuk mengajak berduel kebetulan arya penangsang sedang dalam keadaan junub.Namun bukan cerita tersebut yang akan saya bahas, melainkan rahasia wudlunya. 

Dan akhirnya setelah bertahun-tahun saya bertanya dan mencari kenapa saat kentut/berak tidak dibasuh duburnya,saat kencing tidak dibasuh kemaluanya, melainkan malah anggota yang lain? (kentut,berak, dan kencing tidak dibasuh disini bukan berarti kita tidak cebok lo... namun saat berwudlunya). Dan jawabanya ada pada saat saya bertanya kepada salah seorang kiai yang bisa dibilang beliau tokoh agama yang dihormati di daerah saya karena ke "tinggian" ilmu hikmahnya.

 sempat dijabarkan bahwa saat kita kentut,berak,kencing, maka aura kita yang tadinya cemerlang akan meredup hal ini hanya bisa dilihat oleh orang2 yang memiliki kepekaan mata batin maupun test foto aura kirlian, menurut beliau di saat kita berwudlu maka wajah akan bersinar-sinar dan cerah (inner beauty), hal ini menandakan bersihnya diri kita baik bersih secara batin (aura) maupun secara lahiriah. Bagi saudara2 muslim marilah kita jaga wudlu kita agar tetap suci lahir batin, terlepas benar maupun tidaknya maka wallahu'alam bissowab. bagi yang tidak sepikiran mohon maaf karena bukan maksud saya untuk menulis hal buruk, hanya sebuah ajakan agar kita lebih tahu makna wudlu tidak hanya dari segi aspek lahir dan agar kita bisa lebih meresapi untuk apa kita berwudlu, karena Allah Dzat yang Maha Suci maka pantas kiranya kita harus dalam keadaan suci saat menyembahNya.



    

2. Religius

Dulu pernah ada di salah satu sinetron baru ditayangkan di SCTV dengan judul “Gue Juga Islam” yang ditayangkan pukul 17.00 WIB setiap harinya. Mungkin sudah banyak yang melihatnya. Saya sempet penasaran dengan alur cerita sinetron tersebut, sebab judulnya sangat ambigu menurut saya, bukan karena saya yang gemar melihat sinetron ya.



Salah satu adegan yang saya amati yakni ketika Aksan (yang diperankan oleh Niki Tirta) sebagai seseorang yang baru mengenal Islam akan belajar tentang Islam lebih dalam kepada Bang Ali (yang diperankan oleh Idrus Madani). Aksan diajak Bang Ali untuk ikut sholat berjama’ah, namun sebelum itu Aksan harus mengambil wudhu terlebih dahulu. Setelah Aksan selesai mengambil wudhu, Aksan pun memasuki mesjid. Ternyata di dalam mesjid, Bang Ali sudah menunggunya. Bang Ali pun bertanya : “Uda siap loe wudhu, san?”. Aksan pun menjawab : “Uda bang, tapi tadi abis wudhu, kelepasan bang (buang angin)”. Bang Ali pun tertawa dengan ciri khas tawanya itu kemudian menyuruh Aksan wudhu lagi. Namun Aksan malah kebingungan dan berujar, “Kan yang “kentut” itu “pantat” bang! Kenapa harus wudhu lagi? Kan wudhu itu gak membasuh “pantat”?”. Bang Ali kembali tertawa dan kemudian menjawab, “kalo loe “kentut” di depan banyak orang, yang malu muka loe atau “pantat” loe?”. Aksan pun menjawab sambil tertawa malu, “muka bang”. Setelah mengerti maksud Bang Ali, Aksan pun wudhu kembali.



Menarik bukan alur ceritanya. Pernah tidak kita memikirkan hal tersebut atau pernah tidak kita menanyakkan hal tersebut atau bahkan pernah tidak kita mencari jawaban dari hal tersebut. Jawab sendiri di hati masing – masing saja ya. Banyak hal sepele yang sering kita lakukan, tetapi kita tak mau mencari tahu jawaban dan maksud di balik hal tersebut. Mungkin ada yang bilang itu kurang kerjaan atau tidak terlalu penting. Tetapi pernahkah kita ketahui bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia – sia. Oleh sebab itu, segala hal yang diciptakan oleh Allah pasti punya maksud dan tujuannya. Hanya saja, kita sebagai manusia yang menjadi satu – satunya makhluk yang diberikan akal pikiran tidak mau untuk mencari tahunya. Padahal banyak hikmah yang Allah titipkan melalui semua ciptaan-Nya di alam ini.



Back to title, yuk. “Buang angin itu kan dari bokong, kenapa yang harus dibasuh itu bukan bokong?”. Mengulik dari hal tersebut, ternyata banyak kisah yang bisa menjawabnya. Salah satunya cerita berikut ini: ada seorang dusun (orang kampung) yang datang ke kota untuk mengobati bisulnya yang tumbuh di leher. Menurut kata orang - orang dikampungnya hanya dokterlah yang dapat mengobati penyakitnya. Lalu ia pun berkonsultasi kepada seorang dokter. Setelah mengadakan diagnosa seperlunya atas penyakit itu, lalu dokter menyuruh orang tersebut untuk membuka celananya agar diberi suntikan di pinggulnya. Orang dusun itu pun mulai ragu, dia berpikir bisul yang ada di leher kok pinggulnya yang disuntik. Setelah beberapa hari bisul tersebut juga tidak kunjung sembuh. Ia makin menyakini bahwa dokter tersebut bodoh. Nah, dari penggalan kisah tersebut, apa yang ada dipikiran kita? Siapakah yang salah dalam hal ini? Orang dusun tersebutkah? Ataukah dokternya? 



Jawaban Bang Ali pada adegan di sinetron tersebut terkesan seperti lelucon, tetapi padahal jawabannya adalah sebuah jawaban yang benar. Ketika kita buang angin di hadapan banyak orang, apalagi dengan suara yang keras, sudah tentu kita akan menjadi malu bukan. Tetapi bagian manakah yang akan terlihat malu? Wajahkah atau bokong? Dan jawaban Aksan tersebut sangat benar juga, sebab pasti wajah kita yang akan terlihat malu bahkan bisa jadi wajah tersebut akan berwarna merah padam atau bahkan kita akan langsung kabur menjauhi keramaian tersebut.



Berbicara masalah buang angin, bisa dikaitkan dengan masalah fiqh dong terutama pada masalah thoharoh dan berwudhu’. Ayuk kita bahas masalah fiqhnya. Di sini saya akan mengutip referensi dari salah satu kitab fiqh yakni Kitab Hasyiyah Syaikh Ibrohim al Bajuri ‘Ala fathul Qorib bil Mujib Juz I halaman 50, yakni sebagai berikut:

و اعلم أنهم قسموا الطهارة إلى عينية و حكمية : فالعينية هى التى لم تجاوز محل حلول موجبها كطهارة النجاسة, فإنها لا تتجاوز أى لا تتعدى المحل الذى حل فيه موجبها وهو النجاسة, إذ لا يجب غسل غير محلها. و الحكمية هى التى جاوزت محل حلول موجبها كاوضوء, فإنه تجاوز أى تعدى المحل الذى حل فيه موجبها وهو خروخ شىء من أحد السبيلين مثلا, إذ لم يقتصر على غسل ذلك المحل بل وجب غسل الأعضاء المعروفة.



Terjemahannya yakni berikut ini: “Dan ketahuilah bahwasanya mereka (ulama’ Fuqoha) membagi thoharoh (bersih atau suci) itu kepada Thoharoh ‘Ainiyyah dan Thoharoh Hukmiyyah: maka yang ‘Ainiyyah itu yaitu yang tidak melampaui ia akan tempat terjadinya yang menyebabkannya itu seperti menyucikan atau membersihkan najis. Maka sesungguhnya makna “tidak melampaui” itu berarti tidak melewati tempat berdiamnya sesuatu tersebut pada yang menyebabkan hal tersebut (hadirnya atau datangnya hal tersebut) dan yaitulah najis, karena tidak wajib membasuh selain tempatnya. Dan yang Hukmiyyah itu yaitu yang melampaui tempat terjadinya yang menyebabkannya itu seperti wudhu’, maka sesungguhnya makna “melampaui” itu berarti melewati tempat berdiamnya atau terjadinya sesuatu/hal tersebut pada yang menyebabkan hal tersebut (hadirnya atau datangnya hal tersebut) dan yaitulah keluarnya sesuatu dari salah satu dua jalan umpamanya (dubur dan qubul), karena tidak terbatas atas membasuh tempat tersebut bahkan wajib membasuh anggota – anggota tertentu”.



Nah, dari penjelasan di atas maka dapat diketahui dan difahami bahwa thoharoh itu terbagi dalam dua kelompok yakni kelompok thoharoh ‘ainiyyah dan thoharoh hukmiyyah. Thoharoh ‘ainiyyah adalah yang tidak melampaui penyuciannya dari tempat sebabnya seperti mencuci najis. Jika kita mencuci najis maka tidak lebih dari batas tempat dimana najis itu berada saja. Artinya yang disucikan itu adalah bagian benda yang terkena najis saja. Sedangkan thoharoh hukmiyyah itu adalah yang melampaui penyuciannya dari tempat sebabnya seperti halnya buang angin, menyentuh kemaluan, menyentuh bukan mahrom, dan sebagainya. Jika hal tersebut terjadi, maka thoharohnya atau cara menyucikannya adalah wajah, tangan, menyapu kepala dan membasuh kaki (berwudhu’). Artinya yang disucikan itu adalah hukumnya bukan bendanya.



Maka dari penjelasan ini terjawablah sudah. Di sini saya hanya mengambil sedikit referensi dari kitab dan pengetahuan serta pengalaman pribadi saya sendiri, jika teman – teman punya referensi yang lain, boleh dong bagi – bagi. Mudah – mudah kita dapat selalu mencari hikmah dan jawaban dari segala yang telah diciptakan Allah dan yang telah diperintahkan-Nya. Belajarlah dari hal yang sepele karena bisa jadi hal yang sepele itu malah menjadi hal yang sangat luar biasa



sekian dari artikel ini mohon maaf jika masih banyak kekurangannya 



Wassalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh

hukum tajwid. macam-macam mad

Assalamualaikum wr wb.

Selamat datang kembali di web referensiilmu.online


Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang hukum Tajwid  Saya menggambil tema/judu.tentang ini karena masih banyak di kalangan kita yang belum mengetahui hukum tajwid . Maka dari itu simak penjelasan berikut ini dengan seksama. Semoga bermanfaat

Macam-Macam Mad Bacaan Tajwid Alquran, Dilengkapi Penjelasan dan Contohnya


hukum tajwid. Macam-macam Mad

Saat membaca Alquran, wajib mengetahui tajwid. Salah satu dari hukum bacaan tajwid tersebut adalah hukum bacaan mad. Mad menjadi salah satu hukum yang paling penting untuk dipelajari dalam ilmu tajwid.

Ini dikarenakan bila pemahaman minim terhadap hukum mad, akan menyebabkan qori’ jatuh pada kesalahan. Memendekkan yang seharusnya dibaca panjang dan juga sebaliknya, yaitu memanjangkan apa yang seharusnya dibaca pendek.

Makna dari hukum bacaan mad terbagi menjadi dua. Secara bahasa sendiri, mad mempunyai arti panjang. Sedangkan secara istilah, mad mempunyai pengertian membaca panjang pada huruf yang ada pada Alquran.

Hal ini dikarenakan bertemunya huruf dengan beberapa huruf mad seperti hamzah, wawu, dan yak. Sedangkan panjangnya sendiri tergantung dari macam-macm mad itu sendiri.
telah merangkum macam-macam mad beserta dengan penjelasannya. Telah dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Macam-macam Mad dan Penjelasannya
Macam-macam Mad

Secara umum, bacaan mad terbagi menjadi dua saja, yaitu mad thabi’i (mad asli) dan mad far’i (mad cabangnya atau bagiannya). Nah, dari mad far’i ini, nanti dibagi lagi hukum mad menjadi 14 macam-macm mad.

Jadi, kalau di total secara keseluruhan ada 15 macam-macam mad. Nah, untuk lebih jelasnya mengenai semua hukum mad ini, telah diulas lebih lengkap tentang macam-macam mad dan penjelasannya.

Mad Thabi’i

Mad Thabi’i(mas asli) merupakan macam-macam mad yang terjadi apabila ada alif yang terletak sesudah fathah, atau ya’ sukun terletak sedudah kasrah atau juga huruf wau yang terletak sesudah dhammah maka ini dihukumi sebagai bacaan mad thabi’i. Dimana Mad berarti panjang dan Thabi’i yang artinya biasa.

Cara membacanya harus sepanjang dua harakat atau disebut satu alif, contohnya:

كتَ - يَقُوْلُ - سمِيْعٌ‎ا بٌ

Mad Far'i

Mad Far'i secara bahasa artinya adalah cabang. Sedangkan menurut istilah Mad Far'i adalah mad yang merupakan hukum tambahan dari mad asli (sebagai hukum asalnya), yang disebabkan oleh hamzah atau sukun. Nah, Mad Far'i ini terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya sebagai berikut:

Mad Wajib Muttasil, Mad Jaiz Munfashil, dan Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

1. Mad Wajib Muttasil

Macam-macam mad selanjutnya adalah bagian dari Mad Far’I, pertama yaitu Mad Wajib Muttasil. Terjadinya mad ini apabila mad thabi’I bertemu dengan hamzah pada satu kalimat atau ayat. Untuk cara membacanya, wajib dipanjangkan sepanjang lima harakat atau setara dengan dua setengah kali dari mad thabi’i (dua setengah alif). Contohnya:

سَوَآءٌ - جَآءَ - جِيْءَ‎

2. Mad Jaiz Munfashil

Mad Jaiz Munfasil terjadi apabila ada mad thabi’i yang bertemu dengan hamzah, namun hamzah tersebut berada pada lain kalimat. Jaiz sendiri berarti boleh, sedangkan Munfashil memiliki arti terpisah.

Nah, untuk membaca mad ini adalah boleh seperti Mad Wajib Muttasil tadi dan boleh juga seperti Mad Thobi’i. Begini contohnya:

وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

3. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi ini masih termausk ke dalam macam-macam mad. Mad ini terjadi jika ada Mad Thabi’i bertemu dengan tasydid pada satu kata atau ayat. Cara membaca mad ini adalah harus panjang selama tiga kali Mad Thabi’i atau sekitar enam harakat. Contohnya:

وَﻻَالضَّآلِّينَ اَلصّاخَةُ‎

Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi, Mad Layyin, dan Mad ‘Arid Lisuukun

4. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi ini adalah mad yang terjadi jika ada Mad Thob’i bertemu dengan huruf mati atau sukun. Cara membacanya adalah sepanjang enam harakat. Contohnya:

آﻻَن‎

5. Mad Layyin

Macam-macam mad selanjutnya adalah Mad Layyin. Mad ini terjadi jika setelah huruf yang berharakat fatha wau sukun atau ya’ sukun. Cara membacanya adalah dengan membaca mad dengan sekedar lunak dan lemas saja. Contohnya:

رَيْبٌ خَوْفٌ‎

6. Mad ‘Arid Lisuukun

Mad ‘Arid Lissukun dibaca jika terdapat waqaf atau tempat pemberhentian membaca, sedangkan sebelum waqaf tersebut terdapat Mad Thobi’i atau Mad Lein. Cara membacanya adalah terbagi menjadi tiga macam:

- Yang paling utama dibaca panjang seperti halnya mad wajib muttashil atau setara 6 harakat.

- Yang pertengahan bisa dibaca sepanjang empat harakat ya’ni dua kalinya mad thobi’i.

- Yang pendek ya’ni boleh hanya dibaca seperti mad thobi’i biasa.

Contohnya:

بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ‎

Mad Shilah Qashirah, Mad Shilah Thawilah, dan Mad ‘Iwad

7. Mad Shilah Qashirah

Mad Shilah Qashirah terjadi jika ada haa dhamir sedangkan sebelum haa tadi terdapat huruf hidup (berharakat). Maka untuk cara membacanya haruslah panjang seperti halnya mad thobi’i. Contohnya:

اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ‎

8. Mad Shilah Thawilah

Macam-macam mad selanjutnya adalah Mad Shilah Thawilah. Mad ini dihukumi jika ada Mad Qashirah bertemu dengan hamzah ( ء ). Cara untuk membacanya adalah seperti Mad Jaiz Munfashil. Contohnya adalah:

عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ‎

9. Mad ‘Iwad

Mad ‘Iwadl adalah mad yang dibaca jika terdapat fathatain yang ditemukan pada waqaf atau pemberhentian pada akhir kalimat atau ayat. Untuk cara membaca mad ini adalah seperti mad thobi’i. Contohnya adalah:

سَميْعًا بَصيْرًا عَلِِيْمًا حَكِيمًا

Mad Badal, Mad Lazim Harfi Musyabba’, dan Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

10. Mad Badal

Mad Badal terjadi jika terdapat hamzah ( ء ) bertemu dengan sebuah Mad , maka cara untuk membacanya adalah seperti Mad Thobi’i. Contohnya:

آدَمَ إيْماَنٌ

11. Mad Lazim Harfi Musyabba’

Mad Lazim Harfi Musyabba’ adalah bacaan mad yang biasanya kita temukan pada permulaan surat dari beberapa surat di Al-Qur’an. Beberapa huruf mad yang biasanya kita temukan pada surat-surat di Al-Qur’an tersebut ada 8 huruf dimana diantaranya adalah sebagai berikut:

ن – ق – ص – ع – س – ل – ك – م‎

Cara membaca mad ini sama seperti Mad Lazim yaitu sepanjang enam harakat. Contohnya adalah:

وَالقلَم آلم ن يس‎

12. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Yaitu apabila ada permulaan surat dari Al-Qur’an ada terdapat salah satu atau lebih dari antara huruf yang lima ya’ni :

ح – ي – ط – ﻫ – ر‎

Contohnya adalah:

حم ,الم‎

Mad Tamkien dan Mad Farq

13. Mad Tamkien

Macam-macam mad selanjutnya adalah Mad Takien. Mad ini terjadi jika terdapat ya’ sukun yang didahului dengan ya’ yang bertasydid dan harakatnya kasra. Contohnya:

النَبِيّيْنَ حُييِّيْتُمْ‎

14. Mad Farq

Terakhir adalah mad farqi, yaitu bertemunya dua hamzah dimana satu hamzah istifham sedangkan yang kedua hamzah washol pada lam alif ma’rifat. Cara membacanya adalah sepanjang 6 harakat. Contohnya:

قُلْ ءٰاﷲُ اذِنَ لَكُمْ ءٰٰاﷲُخَيْرٌاَمّايُشْرِكُون قُلْ ءٰٰالذَّكَرََيْنِ

demikianlah bembahasan tentang ilmu tajwid, semoga bermanfaat terimakasih

wassalamualaikum Wr.wb 

Riset penelitian :
Macam-Macam Mad Bacaan Tajwid Alquran, Dilengkapit
2 Jul 2019 - Salah satu dari hukum bacaan tajwid tersebut adalah hukum bacaan mad. Mad menjadi salah satu hukum yang paling penting untuk dipelajari ...
Orang lain juga menelusuri
hukum mad dan pembagiannya
huruf mad asli
15 contoh mad wajib muttasil
huruf mad thobi'i
sebutkan 5 contoh mad thobi'i
macam macam hukum bacaan dan penjelasannya
hukum-bacaan-mad
15Macam Hukum Bacaan Mad Lengkap (Pengertian dan ...
https://obatrindu.com/Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Hukum Bacaan Mad – Dalam membaca Al-Qur'an tak akan lepas yang namanya tajwid, dan salah ...
‎Macam-Macam Hukum ... · ‎1. Hukum Bacaan Mad ... · ‎7. Hukum Bacaan Mad ...
Video
3:57
Hukum Tajwid Mad
Asli Atau mad
Thobi'i
Lihat semua
Gambar lainnya untuk hukum tajwid mad
Laporkan gambar
Hasil web
Hukum_mad
Hukum mad - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dari segi istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat ...
macam-macam-mad
Macam Macam Mad Pada Ilmu Tajwid, Pengertian, Contohnya
Skor: 5 - ‎150 suara
5 Des 2019 - Artikel makalah tentang Macam Macam Mad dalam ilmu tajwid, meliputi dari pengertian dari berbagai mad dan contoh lengkap supaya mudah ...
HUKUM BACAAN MAD
PDF
Mad Asli atau Mad Thob'i adalah memanjangkan bacaan di karenakan ada huruf mad dan tidak ada sebab yang dapat mengubah keasliannya. • Diberi nama ...
hukum-bacaan-mad-dalam-al-quran
Macam - Macam Hukum Bacaan Mad | Portal-Ilmu.com
13 Jan 2019 - mengenai sebagian dari ilmu tajwid tersebut yang tentunya berkaitan dengan berbagai bacaan mad serta berbagai jenis-jenisnya yang ...hukum-bacaan-mad
15 Macam-macam Hukum Bacaan Mad Beserta ...
Hukum Bacaan Mad – Mad merupakan salah satu paling penting yang dipelajari dalam ilmu Tajwid, selain dari Tanda baca Al-Qur'an. Karna terkadang orang ...
Islam
Macam-macam Hukum Bacaan Tajwid Mad Beserta ...
31 Agu 2018 - Hukum bacan via tajwid-mudah.blogspot.com. Ada berapa macam hukum bacaan tajwid mad? Apa saja bacaan mad itu? Bagaimana contoh ...
Penelusuran yang terkait dengan hukum tajwid mad
hukum mad dan pembagiannya
pembagian mad
mad far'i
mad asli
macam macam mad far'i beserta pengertian dan contohnya



Tuesday, January 21, 2020

HUKUM TAHLILAN


Hukum Tahlilan 7 Hari Sampai 40 hri




 Assalamualaikum wr wb.

Selamat datang kembali di web referensiilmu.online

Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang hukum tahlil untuk orang yang sudah meninggal. Saya menggambil tema/judul tentang ini karena masih banyak di kalangan kita yang tidak mengetahui hukum tahlil. Dan ada juga sebagian orang yang mem bid'ah kan. Maka dari itu simak penjelasan berikut ini dengan seksama. Semoga bermanfaat

Hukum tahlil.

Sesorang yang meninggal dunia di uji di dalam kuburnya selama7-40 hari. Itu fatwa imam ATTO dari kalangan tabiin.

Nabi tidak menyebutkan. Para sahabat tidak menyebutkan tapi ada Tabiin .

Nabi paling atas. Di bawah nabi ada para sahabat di bawah para sahabat ada tabiin. Kata tabiin orang yang telah meninggal itu di uji selama 7-40 hari, maka di anjurkan bersedekah dan mengirimkan doa.


Apa isi tahlil 7-40 hari??


1. Doa

Apakah doa sampai kepada orang mati??

Apa dalilinya??

Doa itu sampai kepada orang mati. Kenapa setiap kita melewati makam di suruh mengucapkan salam.

Apa salamnya.


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اَللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ نَسْأَلُ اَللهُ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ


Itu menunjukan doa untuk orang mati sampai.


2. Tahlil


Tahlil itu apa. Tahlil itu  لا اله الا الله


Nabi pernah lewat suatu makan kemudian di tancapkannya pelepak kurma. Kata sabat kenapa ?? Karena pelepah kurma yang di tancapkan ini sampai pahala tasbihnya pelepah kurna ini kepada orang yang sudah mati.


3. Bacaan qur'an


Abdullah bin umar pernah berpesan. Ketika aku meninggal dunia bacakan al qur'an di kepalaku dari panggkat surat al baqoroh.  Di bagian kakinya ujung al baqoroh.

Ini menunnjukan pahala sampai pada orang meninggal.



4. Silaturahim


Didalam tahlil itu kita mengundang para sodara tetangga ustad-ustad untuk datang ke rumah dan mendoakan sang al marhum. Di situ terjadi lah silaturahim/takziah dan disitu ada pahala yang sampai kepada orang yang telah menggal


5. Ceramah



Ketika di dalam tahlilan itu ada ceramah yang dimana selain mengirimkan doa untuk al marhum. Ada juga ceramah yang dimana isi ceramah tersebut membahas tentang kematian-kematian dan pahala-pahala apa saja yang akan di bawa setelah meninggal dunia serta mengingatkan kita bahwasannya kematian itu dekat dengan kita.

Jadi dalam penjelasan ini jika selama tahlilan itu berisi lima macam yang di atas itu bagus tak ada salahnya.

Yang salah siapa?? Yang mudah membid'ahkan oranglain

Sekian dan terima kasih wassalamualaikum wr wb.