Friday, March 6, 2020

Umat butuh Khilafah

Umat butuh Khilafah



setiap tanggal 3 Maret, umat Islam disegarkan kembali ingatannya akan sebuah institusi besar dalam sejarah umat Islam yaitu Khilafah.
pada tanggal 3 Maret 1924 9bertepatan dengan 28 rajab 1345 H), lebih dari 96 tahun lalu, khilafah islamiyah dihilangkan eksistensinya. satu hari setelah peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw., seorang agen Inggris yaitu mustofa kemal La'natullah 'alath telah mengusir khalifah Sultan Abdul Majid II dari Istana Dolmabahce. dia pun meresmikan menghapus keberadaan institusi khilafah Islamiyah.

sejak saatn itulah umat islam terpecah dalam berbagai negara-bangsa. Masing-masing bangga dengan tanah air dan bangsanya. Masing-masing memutus tali hubungan persaudaraan sesama Muslim karena perbedaan tanah air dan bangsanya. setiap negara-negara dipimpin oleh para agenBarat penjajah yang semakin menjauhkan umat dari Islam.
Sejak khilafah diruntuhkan, tetes darah umat Islam terus tertumpah tanpa perlindungan dan pembelaan sedikit pun.

dengan semua penderitaan dan darah umat islam yang tertumpah di berbagai belahan dunia saat ini, umat makin membutuhkan khilafah yang dipimpin oelh seorang khilafah. Alasannya, sebagaimana dinyatakan oleh Rosulullah Saw : 

"Imam (Khilafah) itu laksanakan perisai. kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim) "

dengan kata lain, khilafah adalah pelindung sejati umat. Apa yang di sabdakan Rosulullah Saw. diatas dibuktikan dalam sejarah antara lain oleh Khalifah al-Mu'tashim Billah yang sukses menaklukkan kota Amuriyah (di turki), kota terpenting bagi imperium Romawi saat itu, selain konstatinopel.

Al-Qalqasyandi dalam kitabnya, Ma'atsir al-inafah, menjelaskan salah satu sebab penaklukan kota itu pada tanggal 17 ramadhan 223 H. Diceritakan bahwa penguasa Amuriyah, salah seorang raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathimah ra. Wanita itu disiksa dan dinistakan hingga berteriak dan menjerit meminta pertolongan.

menurut Ibn Khalikan dalam wafyah al A'yan, juga Ibn al-Atsir dalam Al-kamil fi At-tarikh, saat berita penawanan wanita mulai itu sampai ke telinga Khalifah Al-Mu'tashim Billah, saat itu sang Khalifah sedang berada di atas tempat tidurnya. ia segera bangkit dari tempat tidurnya seraya berkata, "aku segera memenuhi panggilanmu!"

tidak berfikir lama, Khalifah Al-Mu'tashim billah segera mengerahkan sekaligus memimpin sendiri puluhan ribu pasukan kaum Muslim menuju kota Amuriyah. terjadillah peperangan sengit. Kota Amuriyah pun berhasil ditaklukan. pasukan Romawi bisa dilumpuhkan. sekitar 30 ribu lainnya ditawan oelh pasukan kaum muslim. sang khalifah pun berhasil membebaskan wanita mulia tersebut. sang khalifah lalu berkata di hadapannya, "jadilah engkau saksi untukku di depan kakekmu Nabi Muhammad Saw.), bahkan aku telah datang untuk membebaskan kamu." 

Previous Post
Next Post

0 Comments: